Minggu, 28 Juni 2015

Statistik Pendidikan

STATISTIK PENDIDIKAN
Pengertian Statistika
Definisi Statistik adalah kumpulan data yang bisa memberikan gambaran tentang suatu keadaan.Statistika adalah ilmu yang mempelajari statistik, yaitu
ilmu yang mempelajari bagaimana caranya mengumpulkan data, mengolah data, menyajikan data, menganalisis data, membuat kesimpulan dari hasil analisis data dan mengambil keputusan berdasarkan hasil kesimpulan.
 B.      Pengertian Statistika
Statistik adalah cara untu mengolah data dan menarik kesimpulan-kesimpulan yang teliti dan keputusan-keputusan yang logik dari pengolahan data. (Prof.Drs.Sutr
isno Hadi,MA)
Statistik adalah sekumpulan cara maupun aturan-aturan yang berkaitan dengan pengumpulan, pengolahan(Analisis), penarikan kesimpulan, atas data-data yang berbentuk angka dengan menggunakan sua
tu asumsi-asumsi tertentu. (Prof.Dr.H.Agus Irianto)
Statistik adalah ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk data, yaitu tentang pengumpulan, pengolahan, penganalisa, penafsiran, dan penarikan kesimpulan dari data yang berbentuk angka.(Ir.M.Iqbal hasan,MM)
Statistik adalah metode yang memberikan cara-cara guna menilai ketidak tentuan dari penarikan kesimpulan yang bersifat induktif.(Stoel dan Torrie)
Statistik adalah metode/asas-asas mengerjakan/memanipulasi data kuantitatif agar angka-angka tersebut berbicara.(Anto dajan)
Statistik diartikan sebagai data kuantitatif baik yang masih belum tersusun maupun yang telah tersusun dalam bentuk table.(Anto dajan)
Statistik adalah studi informasi dengan mempergunakan metodologi dan teknik-teknik perhitungan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan praktis yang muncul di berbagai bidang.(Suntoyo Yitnosumarto)
Maka dapat disimpulkan bahwa Statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data.Singkatnya, statistika adalah ilmu yang berkenaan dengan data.Atau statistika adalah ilmu yang berusaha untuk mencoba mengolah data untuk mendapatkan manfaat berupa keputusan dalam kehidupan.
Dari kumpulan data, statistika dapat digunakan untuk menyimpulkan atau mendeskripsikan data; ini dinamakan statistika deskriptif.Sebagian besar konsep dasar statistika mengasumsikan teori probabilitas. Beberapa istilah statistika antara lain: populasi, sampel, unit sampel, dan probabilitas.
Statistika banyak diterapkan dalam berbagai disiplin ilmu, baik ilmu-ilmualam (misalnya astronomi dan biologi maupun ilmu-ilmu sosial (termasuk sosiologi dan psikologi), maupun di bidang bisnis, ekonomi, dan industri).Statistika juga digunakan dalam pemerintahan untuk berbagai macam tujuan; sensus penduduk merupakan salah satu prosedur yang paling dikenal.Aplikasi statistika lainnya yang sekarang popular adalah prosedur jajak pendapat atau polling (misalnya dilakukan sebelum pemilihan umum), serta jajak cepat (perhitungan cepat hasil pemilu) atau quick count.Di bidang komputasi, statistika dapat pula diterapkan dalam pengenalan pola maupun kecerdasan buatan.
C.      Esensi Statistika
Ada tiga hal yang sangat penting dari statistika yaitu:
1. Data yang tersedia / data historis.
Merupakan suatu nilai numerik yang diperoleh dari keterangan masa lampau.   Diolah menjadi informasi yang nantinya berguna dalam menentukan keputusan
2. Kriteria Keputusan
Dalam Statistika kita sering dihadapkan pada beberapa pilihan. Masing-masing pilihan memiliki nilai/ manfaat dan konsekuensi yang harus diambil atau dengan kata lain kita harus menentukan keputusan. Dari pilihan-pilihan tersebut akan muncul berbagai kriteria keputusan. Sama halnya dengan pilihan, masing-masing kriteria keputusan memiliki manfaat dan akibat bagi kita
  1. Ada Keputusan Sebagai Hasil Akhir
  1. D.      Penggolongan  Statistika
    1. Berdasakan sifatnya yaitu sifat angkanya, data statistik dibedakan menjadi duagolongan, yaitu data kontinu dan data diskrit.
      1. Data Kontinu adalah data statistik yang angka-angkanya merupakanderetan yang sambung-menyambung.
Contoh :
Data statistik tinggi badan
150, 1 – 150, 2 – 150, 3 – 150, 4 – 150, 5, dst
Data statistik berat badan
30, 1 – 40, 2 – 40, 3 – 40, 4 – 40, 5, dst
  1. Data Diskrit adalah data statistik yang tidak mungkin berbentuk pecahan.
Contoh :
Data statistik jumlah anggota keluarga (satuan orang)
1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7 – dst
Data statistik jumlah buku perpustakaan
50 – 125 – 200 – 4556 – dst
  1. Berdasarkan cara penyusun angkanya, dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu data nominal, data ordinal, dan data interval.
    1. Data Nominal / Data Hitungan adalah data statistik yang cara menyusun angkanya didasarka atas penggolongan atau klasifikasi tertentu.
Contoh :
Penggolongan berdasarkan kelas dan jenis kelamin
Kelas
Jenis Kelamin
Jumlah
Pria
Wanita
III
50
34
84
II
48
44
92
I
72
52
124
Jumlah
170
130
300
  1. Data Ordinat / Data Urutan adalah data statistik yang cara menyusunnya didasarkan atas urutan kedudukan (rangking).
Contoh :
Skor hasil penilaian dewan juri terhadap lima orang finalis lomba puisi.
Nomor urut
Nomor undian
Nama
Skor
Urutan kedudukan
1
031
Sugianto
451
4
2
115
Parjo
497
2
3
083
Jono
427
5
4
024
Jinni
568
1
5
056
Junu
485
3
  1. Data Interval adalah data statistik dimana terdapat jarak yang sama di antara hal-hal yang sedang diselidiki atau dipersoalkan.
Contoh :
Umur manusia dalam hidup dalam angkatan kerja
Umur Manusia
1 – 15 200.000
16 – 30 15.000.000
31 – 45 250.000
  1. Berdasarkan bentuk angkanya, dapat dibedakan menjadi data tunggal (Ungrouped Data)  dan data berkelompok (Grouped Data).
    1. Data Tunggal adalah data statistik yang masing-masing angkanya merupakan satu unit (satu kesauan), dengan kata lain datanya tidak dikelompok-kelompokkan.
Contoh :
Data ulangan 10 anak SMP mata pelajaran PAI sebaai berikut :
78          76        80        97        75
87        56        89        90        95
  1. Data Kelompok adalah data statistik yang tiap-tiap unitnya terdiri dari kelompok  angka.
Contoh :
Data dari ulangan 10 anak SMP mata pelajaran PAI yang dikelompokkan
sebagai berikut :
85 – 100
75 – 84
55 – 74
dst
  1. Berdasarkan sumbernya, dapat dibedakan menjadi data Primer dan data Skunder,
yaitu :
  1. Data Primer adalah data statistik yang diperoleh atau bersumber dari tangan
pertama (first hand data).
Contoh :
Data yang didapat dari kuosioner langsung ke siswa sebuah SD Negeri.
  1. Data Skunder adala data statistik yang diperoleh atau bersumber dari tangan kedua (second hand data).
Contoh :
Data siswa yang diambil dari TU tentang pembayaran sekolah
  1. Berdasarkan waktu pengumpulannya, dapat dibedakan menjadi data seketika (cross section data) dan data urutan waktu (time series) atau Historical Data.
    1. Data Seketika adalah data statistik yang mencerminkan keadaan pada satu saja (at a point of time).
Contoh :
Data penduduk Kabupaten Karimun tahun 2000 (hanya satu tahun saja).
  1. Data Urutan Waktu adalah data statistik yang mencerminkan keadaan atau mengenai sesuatu hal, dari satu waktu ke waktu yang lain secara berurutan
Contoh :
Data penduduk Kabupaten Karimun tahun 2000 sampai tahun 2008 (beberapa waktu dengan urutan waktu yang berbeda).
  1. E.      Pembagian Statistika
    1. Statistika Deskriptif
Statistika deskriptif adalah statistika yang mempelajari bagaimana caranya mengumpulkan data, mengolah data, menyajikan data, menganalisis data
  1. Statistika Induktif (Inferens)
Statistika inferens adalah statistika yang mempelajari bagaimana caranya mengumpulkan data, mengolah data, menyajikan data, menganalisis data, membuat kesimpulan dan mengambil keputusan
  1. F.       Ciri Khas Statistika
Pada dasarnya Statistika memiliki tiga ciri khas, yaitu:
  1. Statistik selalu bekerja dengan angka (bilangan).
Ini mengandung pengertian bahwa tanpa data angka mak Statistik tidak akan mampu melaksanakan tugasnya sebagai ilmu pengetahun. Meskipun demikian bukanlah berarti bahwa data yang bukan angka (data kualitatif) tidak mungkin digarap secara Statistik. Data kualitatif pun sebenarnya dapat diolah secara Statistik, asalkan terlebih dahulu diubah menjadi data angka (data kwantitatip) dengan kata lain data kualitatif itu di kualifikasikan lebih dahulu (proses kwantifikasi). Contoh: “Pandai”, “cukup”, “kurang” adalah data kwalitatip. Data demikian dapat saja diolah dengan Statistik, caranya: (1) Harus diketahui berapa orang (dituangkan dalam bentuk angka) yang tergolong pandai, cukup dan kurang itu; (2) Yang disebut pandai, cukup, dan kurang itu nilainya berapa (dituangkan dalam bentuk angka, misalnya “Pandai” nilainya= 80 – 100; “cukup” nilainya= 60 – 79; “Kurang” nilainy= 0 – 59 dan sebagainya.
  1. Statistika bersifat obyektif.
Ini mengandung pengertian bahwa Statistika bekerja menurut obyeknya; dengan kata lain Statistik bekerja menurut apa adanya. Kesimpulan-kesimpulan atau ramalan-ramalan yang dihasilkan oleh Statistik adalah semata-mata didasarkan atas angka-angka yang dihadapi dan diolah dan bukan didasarkan atas subyektifitas atau pengaruh-pengaruh luar lainnya.Itulah sebabnya mengapa Statistik sering dikatakan sebagai “Alan penilai kenyataan”.
  1. Statistik bersifat universal.
Ini mengandung pengertian bahwa ruang lingkup atau ruang gerak dan bidang garapan Statistik tidaklah sempit.Statistik dapat dipergunakan atau diterapkan dalam hampir semua cabang kegiatan hidup manusia. Dapat disaksikan misalnya: Statistik harga, Statistik moneter, Statistik Eksport dan Import, Statistik Penduduk, Statistik Kelahiran, Statistik Nikah, Talak, Cerai dan Rujuk, Statistik Pertanian, Statistik Perdagangan, Statistik Kriminalitas, Statistik Psikologi dan Pendidikan, Statistik Kesehatan, Statistik Lalu Lintas….. dan lains sebagainya, dan sudah barang tentu termasuk pula di dalamnya Statistik Keagamaan. Dengan singkat dapat dikatakan bahwa Statistik bersifat menyeluruh atau bersifat universal.
  1. G.     Permasalahan Statistika
Kita tidak perlu berpikir jauh-jauh dan mendalam jika kita ingin tahu apa persoalan statistika yang sebenarnya itu. Pada dasarnya setiap orang baik sadar ataupun tidak, telah berpikir dengan mempergunakan ide-ide statistika (statistical ideas). Betapa tidak kita sering mempergunakan pengertian “rata-rata”(average) dalam kehidupan kita sehari-hari. Seorang guru akan mengambil nilai rata-rata yang diperoleh muridnya untuk mengetahui bagaimana kualitas muridnya ; seorang sarjana ekonomi akan mempergunakan pendapatan nasional per kapita untuk mengetahui bagaimanakah keadaan kehidupan masyarakat suatu negara. Semua telah mengenal konsep “rata-rata” ini baik dipergunakan untuk tujuan yang tinggi dan muluk ataupun untuk hal yang sepele dan sederhana.
Persoalan statistika lainnya adalah apa yang dikenal dengan nama “dispersi” (dispersion) atau “variabilitas”. Seorang guru mungkin akan berkata bahwa kepandaian muridnya dari kelas A adalah lebih merata (homogen) daripada murid kelas B; artinya murid kelas B perbedaan kepandaiannya satu dengan lainnya lebih tajam daripada antar murid dalam kelas A. Seorang produsen bola lampu listrik akan mengharapkan kualitas bola lampu listrik yang diproduksinya sedapat mungkin seragam; artinya jangan ada perbedaan ketahanan (umurnya) yang berbeda-beda besar antara bola lampu yang satu dengan lainnya, variabilitas kualitas bola lampu listrik itu supaya sekecill mungkin . Dengan sederhana disini kita telah mengenal kata yang sudah diindonesiakan, yaitu “variasi” yang artinya: “banyak ragamnya”. Dalam kehidupan sehari-hari kita senang dengan sesuatu yang kaya variasinya hingga tidak membosankan, tetapi dalam statistik justru kita mengusahakan supaya sesuatu itu tidak banyak variasinya, supaya variabilitasnya kecil.
Sebuah persoalan lagi dari statistika adalah persoalan tentang “korelasi” atau “asosiasi”, persoalan hubungan. Seseorang mungkin berkata bahwa jika ada “bintang berekor” di langit maka akan murah sandang pangan; atau seorang guru akan berkata bahwa mereka pandai dalam matematika juga akan pandai dalam ilmu fisika.
Tiga persoalan statistika :rata-rata, variabilita dan korelasi inilah yang merupakan persoalan dasar statistik. Semua persoalan tersebut dapat dinyatakan dengan besaran bilangan , dan dengan batas-batas tertentu kita nantinya dapat menganalisis lebih lanjut.
Menurut Hananto Sigit, B.ST, dalam bukunya statistik suatu pengaturan 1996 mengemukakan ada tiga permasalahan dasar dalam statistik yaitu :
  1. Permasalahan tentang Rata-rata (Average)
  2. Permasalahan tentang pemencaran atau penyebaran (Variability)
  3. Permasalahan tentang saling hubungan (Korelasi)
Suatu persoalan statistik lainnya adalah apa yang di kenal dengan nama ” dispersi ” (dispersian) atau ” Variabilitas”. Sebuah persoalan lain lagi dari statistik adalah persoalan tentang ” korelasi ” atau ” asosiasi ” persoalan hubungan.
  1. H.      Manfaat Statistika
Manfaat statistika dalam kehidupan sehari-hari sangat beragam sebagai contoh sederhana:
  1. Bagi ibu-ibu rumah tangga mungkin tanpa disadari mereka telah menerapkan statiska. Dalam membelanjakan uang untuk kebutuhan keluarganya sering melakukan perhitungan untung rugi, berapa jumlah uang yang harus dikeluarkan setiap bulannya untuk uang belanja, listrik, dll.
  2. Sebagai mahasiswa, selain statistika dipelajari secara formal sebenarnya kita sudah menggunakannya dalam perhitungan Indeks prestasi.
  3. Dalam dunia bisnis, para pemain saham atau pengusaha sering menerapkan statistika untuk memperoleh keuntungan. Seperti peluang untuk menanamkan saham.
  4. Sedangkan dalam bidang industri, statistika sering digunakan untuk menentukan keputusan. Contohnya berapa jumlah produk yang harus diproduksi dalam sehari berdasarkan data historis perusahaan, apakah perlu melakukan pengembangan produk atau menambah varian produk, perlu tidaknya memperluas cabang produksi, dll.
Jadi statistika sebenarnya sangat penting bagi kita, dan dapat berguna dalam menentukan keputusan meskipun kadangkala penggunaannya tidak kita sadari.

Sumber: https://masguruonline.wordpress.com/2013/05/08/statistika-pendidikan/