Senin, 29 Juni 2015

Filsafat Pendidikan

Pengertian Filsafat Pendidikan

Filsafat dan pendidikan sebenarnya adalah dua istilah yang mempunyai makna sendiri.[2] Akan tetapi ketika digabungkan akan menjadi sebuah tema yang baru dan khusus.[2] Filsafat pendidikan tidak dapat dipisahkan dari ilmu filsafat secara umum.[2] Filsafat pendidikan memandang kegiatan pendidikan sebagai objek yang dikaji.[2] Ada banyak defisini mengenai filsafat pendidikan tapi akhirnya semua mengatakan dan mengajukan soal kaidah-kaidah berpikir filsafat dalam rangka menyelesaikan permasalahan pendidikan.[2] Upaya ini kemudian menghasilan teori dan metode pendidikan untuk menentukan gerak semua aktivitas pendidikan.[2]

Manfaat Filsafat Pendidikan

Pendidikan dapat dibedakan menjadi dua wilayah yaitu humanisme dan akademik.[2] Sisi humanisme mengembangkan manusia dari segi ketrampilan dan praktik hidup.[2] Sementara aspek akademik menekankan nilai kognitif dan ilmu murni.[2] Keduanya merupakan aspek penting yang sebenarnya tidak dapat dipisahkan.[2] Filsafat pendidikan berperan untuk terus menganalisa dan mengkritisi aspek akademik dan humanis demi sebuah pendidikan yang utuh dan seimbang.[2] Filsafat pendidikan akan terus melakukan peninjauan terhadap proses pendidikan demi perkembangan pendidikan yang mencetak manusia handal.[2]

Objek Kajian Filsafat Pendidikan

Realitas-realitas pendidikan yang menjadi objek kajian filsafat pendidikan antara lain:[2]
  1. Hakikat manusia ideal sebagai acuan pokok bagi pengembangan dan penyempunaan.[2]
  2. Pendidikan dan nilai-nilai yang dianut sebagai suatu landasan berpikir dan memengaruhi tatanan hidup suatu masyarakat.[2]
  3. Tujuan pendidikan sebagai arah pengembangan model pendidikan.[2]
  4. Relasi antara pendidik dan peserta didik sebagai subjek dan subjek.[2]
  5. Pemamahaman dan pelaksanaan kurikulum dalam pendidikan.[2]
  6. Metode dan strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi peserta didik.[2]
  7. Hubungan antara lembaga pendidikan dengan tatanan masyarakat dan organisasi serta situasi sosial sekitar.[2]
  8. Nilai dan pengetahuan sebagai aspek penting dalam pengajaran.[2]
  9. Kaitan antara pendidikan dengan kelas sosial dan kenaikan taraf hidup masyarakat.[2]
  10. Aliran-aliran filsafat yang dapat memberikan solusi atas masalah pendidikan.[2]
Pada dasarnya filsafat pendidikan membicarakan tiga masalah pokok.[1] Pertama, apakah sebenarnya pendidikan itu.[1]. Kedua, apakah tujuan pendidikan yang sejati.[1] Ketiga, dengan metode atau cara apakah tujuan pendidikan dapat tercapai.[1]

Rujukan

  1. ^ a b c d e f g Redja Mudyahardjo (2008). Filsafat Ilmu Pendidikan. Bandung: Rosda. hlm. 5-10. ISBN 979-692-027-1.
  2. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x Muhmidayeli (2011). Filsafat Pendidikan. Bandung: Refika Aditama. ISBN 979-602-39-7 Check |isbn= value (help).
  3. ^ Rakhmat Hidayat (2013). Pedagogi Kritis. Jakarta: Raja Grafindo Persada. hlm. 2. ISBN 978-979-769-549-1.
  4. ^ John Dewey (2008). Pengalaman dan Pendidikan. Yogyakarta: Kepel Press. ISBN 979-96230-4-9.
  5. ^ Wowo Sunaryo Kuswana (2013). Filsafat Pendidikan Teknologi, Vokasi dan Kejuruan. Bandung: Alfabeta. ISBN 978-602-7825-21-5
Sumber:https://id.wikipedia.org/wiki/Filsafat_pendidikan

Minggu, 28 Juni 2015

Komputer

KOMPUTER
Komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut prosedur yang telah dirumuskan. Kata computer pada awalnya dipergunakan untuk menggambarkan orang yang perkerjaannya melakukan perhitungan aritmatika, dengan atau tanpa alat bantu, tetapi arti kata ini kemudian dipindahkan kepada mesin itu sendiri. Asal mulanya, pengolahan informasi hampir eksklusif berhubungan dengan masalah aritmatika, tetapi komputer modern dipakai untuk banyak tugas yang tidak berhubungan dengan matematika.
Dalam arti seperti itu terdapat alat seperti slide rule, jenis kalkulator mekanik mulai dari abakus dan seterusnya, sampai semua komputer elektronik yang kontemporer. Istilah lebih baik yang cocok untuk arti luas seperti "komputer" adalah "yang mengolah informasi" atau "sistem pengolah informasi." Selama bertahun-tahun sudah ada beberapa arti yang berbeda dalam kata "komputer", dan beberapa kata yang berbeda tersebut sekarang disebut sebagai komputer.
Kata computer secara umum pernah dipergunakan untuk mendefiniskan orang yang melakukan perhitungan aritmatika, dengan atau tanpa mesin pembantu. Menurut Barnhart Concise Dictionary of Etymology, kata tersebut digunakan dalam bahasa Inggris pada tahun 1646 sebagai kata untuk "orang yang menghitung" kemudian menjelang 1897 juga digunakan sebagai "alat hitung mekanis". Selama Perang Dunia II kata tersebut menunjuk kepada para pekerja wanita Amerika Serikat dan Inggris yang pekerjaannya menghitung jalan artileri perang dengan mesin hitung.
Charles Babbage mendesain salah satu mesin hitung pertama yang disebut mesin analitikal. Selain itu, berbagai alat mesin sederhana seperti slide rule juga sudah dapat dikatakan sebagai komputer.

Sumber:https://id.wikipedia.org/wiki/Komputer

Evaluasi Pembelajaran Bahasa

EVALUASI PEMBELAJARAN BAHASA


Pendahuluan
        Evaluasi pembelajaran dapat diartikan, sebagai suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari hasil pengajaran atau dari sesuatu yang ada hubungannya dengan dunia pendidikan. Dalam kegiatan evaluasi setidaknya ada dua kegiatan yaitu mengukur dan menilai. Evaluasi yang pertama merupakan kegiatan yang bersifat kuantitatif sedangjkan yang kedua merupakan kegiatan yang bersifat kualitatif. Evaluasi kedua kegiatan ini dilakukan melalui kegiatan yang berbeda. Untuk merealisasikan kegiatan evaluasi di perlukan alat tertentu,di antaranya adalah tes selanjutnya penulis mencoba untuk membahas masalah teks dan aspek-aspek uang terkait.
   Menurut Oemar Hamalik (2008:210), evaluasi merupakan suatu proses berkelanjutan tentang pengumpulan dan penafsiran informasi untuk menilai keputusan-keputusan yang dibuat dalam rancang suatu sistem pengajaran. Rumusan ini memiliki tiga implikasi: pertama, evaluasi ialah suatu proses yang terus-menerus, bukan hanya pada akhir pengajaran tetapi dimulai sebelum dilaksanakannya pengajaran sampai dengan berakhirnya pengajaran. Kedua, proses evaluasi senantiasa diarahkan ke tujuan tertentu, yaitu untuk mendapatkan jawaban tentang bagaimana memperbaiki pengajaran. Ketiga, evaluasi menuntut penggunaan alat-alat ukur yang akurat dan bermakna untuk mengumpulkan informasi yang dibutuhkan guna membuat keputusan. Evaluasi juga merupakan kegiatan mengukur dan menilai (Arikunto, 1993). Mengukur ialah kegiatan membandingkan sesuatu dengan satu ukuran, sedangkan menilai ialah mengambil sebuah keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik/buruk.


1. Uraian Tes
    Menurut Arikunto (1984) tes adalah suatu alat atau prosedur yang sistematis dan obyektf untuk memperoleh data-data atau keterangan yang di inginkan tentang seseorang, dengan cara yang boleh dikatakan tepat dan cepat.
    Sedangkan menurut Nurkancana(1986) tes adalah suatu cara ubtuk mengadakan penilaian yang berbentuk suatu tughas atau serangkaian tugas yang harus di kerjakan oleh anak atau sekelompok anak sehingga menghasilkan suatu nilai tentang tingkah laku atau preswtasi anak tersebut, yang dibandingkan dengan nilai yang dicapai oleh anak- anak lain atau dengan nilai standar yang ditetapkan .
        Jadi pengertian tes menurut definisi tersebut apabila dikaitkan dengan pelaksanaan proses pembelajaran dikelas maka tes adalah suatu alat yang di gunakan oleh pengajar untuk memperoleh informasi tentang keberhasilan peserta didik dalam memahami suatu materi yang telah diberikan oleh pengajar.Dalam hal ini penggajar akan melaksanakan dua kegiatan yaitu:
1.      Mengukur peserta didik
2.      Mengukur keberhasilan program pengajaran
2. Tujuan
        Menurut Harris ( 1968 ) tujuan tes secara umum adalah sebagai berikut:
  • Untuk menunjukan kesiapan program pembelajaran.
  • Untuk mengklasifikasi atau menempatkan peserta didik pada kelas bahasa.
  • Untuk mendiaknosis kekurangan dan kelebihan yang ada pada peserta didik.
  • Untuk mengukur prestasi peserta didik.
  • Untuk mengevaluasi efektivitas pembelajaran.

 3.    Kategori tes
Kategori tes secara garis besar dibagi menjadi empat kelompok, yaitu Proficienci, Placement, Diagnosis, Achievement (Brown, 1995).

Proficienci
Tes proficienci digunakan untuk mengukur kemampuan bahasa tanpa memperhatikan pengetahuan yang telah diperolehdari suatu pelatihan atau apapun. Sedangkan menurut (Hadrey, 2001) tes proficienci digunakan untuk mengukur kompetensi umum bahasa kedua yang dimiliki oleh seseorang tanpa mengikuti kurikulum khusus atau belajar secara formal. Apabila kita menyimak definisi tersebut maka materi tes proficienci tidak mengacu pada tujuan kurikulum atau khusus bahasa tertentu, tetapi merujuk pada spesifikasi yang ditenyukan oleh lembaga tertentu sehingga testee dianggap profisien untuk mengikuti suatu program.

Placement
Tes placement digunakan untuk dapat menentukan dengan pasti dikelompok mana seorang peserta didik harus ditempatkan. Sekelompok peserta didik yang mempunyai hasil penilaian yang sama, akan berada dalam kelompok yang sama dalam belajar.

Diagnosis
Dengan cara ini pengajar akan mengetahui kelebihan dan kekurangan peserta didiknya. Selanjutnya pengajar akan mengetahui pula penyebab kelemahan peserta didiknya sehingga pengajar akan mencari solusi yang tepat untuk mengatasi persoalan peserta didik tersebut.

Achaievement
Tes ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa jauh suatu program berhasil diserap oleh peserta didik.
4.    Analisis hasil tes
    Setelah mengerjakan tes tertentu peserta didik akan memperoleh skor mentah. Skor ini belum menggambarkan posisi peserta didik baik itu secara individu maupun secara kelompok. Untuk memperoleh gambaran yang tepat dimana posisi peserta didik, maka skor mentah tersebut harus di ubah menjadi skor standar yang merujuk kepada norma tertentu. Menurut Brown (1995) ada dua cara mengumbah skor mentah menjadi skor standa, yaitu:
a.       Criterion-referenced test (CRT)
Didalam penggunaan criterion-referenced test atau penilaian acuan patokan (PAP) (Nurkancana, 1986), tes peserta didik dibandingkan dengan sebuah standar tertentu yang ditetapkan oleh pengajar atau pembuat tes berdasarkan jumlah soal, bobot soal dan presentase penguasaan yang disyaratkan. Dengan demikian skor standar yang diperoleh peserta didik akan mencermikan terhadap materi yang diberikan.
b.      Norm-referenced test (NRT)
Didalam penggunaan norm-referenced test atau penilaian acuan norma (PAN) (Nurkancana,1986), tes peserta didik dibandingkan dengan nilaiatau hasil tes peserta didik lain yang dijadikan seabagai patokan. Patokan atau norma disusun secara relatif berdasarkan distribusi skor yang dicapai oleh peserta didik yang ikut tes. Jadi skor standar yang diperoleh peserta didik mencerminkan status peserta didik tersebut didalam kelompok.


1.    Perbedaan antara CRT/PAN atau Norma Absolut dengan NRT/PAP/Norma Relatif
Berdasarkan paparan diatas maka perbedaan antara CRT/PAN/Norma Absolut dengan NRT/PAP/Norma relatif terletak pada perbandingan skor mentah yang diperoleh peserta didik. CRT/PAN membandingkan skor mentah dengan norma atau kriteria tertentu yang ditetapkan oleh pengajar atau pemberi tes, sedangkan NRT/PAP/Norma relatif membandingkan skor mentah dengan skor standart yang dijadikan sebagai patokan atau acuan.
2.    Uji Validitas, Reliabilitas
Setiap penyusunan instrumen dalam penelitian selalu memperhatikan beberapa pertimbangan seperti: apa yang hendak diukurnya, apakah data yang terkumpul relevan dengan sifat atau karakteristik yang dikehendaki, dan sejauh mana perbandingan skor yang diperoleh menggambarkan karakter yang akan diukur. Dengan demikian, Uji Validitas digunakan untuk mengetahui tingkat kesahihan instrumen yang digunakan.
Soewarno (1987) memberikan 2 karakter validitas yang baik yaitu:
1.      instrumen yang pengukurannya harus benar-benar mengukur konsep teori yang dianut dan bukan konsep lainnya, dan
2.      konsepnya diukur dengan tepat.
Sebuah instrumen diketahui tingkat validitas internalnmya apabila butir-butir dan faktor-faktor yang membentuk instrumen tersebut tidak menyimpang dari fungsi instrumen. Uji validitas eksternal dilakukan setelah melalui uji coba kepada responden yang diambil sebagai subjek uji coba.























Untuk menentukan koefisien korelasi sebagai suatu alat ukur yang valid, Balian (1988) memberikan pedoman sebagai berikut:








Hasil perhitungan  t  untuk mengukur validitas instrumen biasanya dilihat pada bagian lampiran. Dalam daftar lampiran tersebut pada umumnya diajukan rumus seperti berikut:

∑X1  = 752,00
∑X2  = 732,20  
∑X12 = 31776, 72
∑X22 = 30000, 84
Rata-rata X1 = 41,78
Rata-rata X2 = 40,68

Reliabilitas mengandung pengertian bahwa suatu instrumen dapat dipercaya untuk digunakan sebagai pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Menurut Arikunto (1986), instrumen yang baik tidak akan bersifat tendensius mengarahkan responden untuk memilih jawaban-jawaban tertentu. Instrumen yang sudah dapat dipercaya, yang reliabel, akan menghasilkan data yang dipercaya pula. Apabilah datanya memang sesuai dengan kenyataannya, maka berapa kalipun diambil tetap akan sama. Reabilitas menunjuk pada tingkat keterandalan sesuatu. Reliabel artinya dapat dipercaya, dapat diandalkan.
Sedangkan Nasution (1996) mengatakan bahwa alat ukur itu reliabel bila alat itu dalam mengukur suatu gejalapada waktu yang berlainan senantiasa menunjukkan hasil yang sama. Jadi alat yang reliabel secara konsisten memberi hasil ukuran yang sama.
Reabilitas instrumen dapat diuji dengan dua cara, yaitu uji reliabilitas eksternal. Dengan pengertian bahwa jika ukuran atau kriterianya berada diluar instrumen, maka dari hasil pengujian ini di peroleh reliabilitas eksternal, sedangkan reliabilitas internal diperoleh berdasarkan data dari instrumen saja.
7. Analisis Butir Soal Esai
Untuk tes yang berbentuk esai, penghitungan indeks tingkat kesulitan dan indeks daya berbeda dipergunakan rumus sebagai berikut  :
Indeks Tingkat Kesulitan =                             
Tingkat Daya Beda =
Keterangan :
Sn                          : jumlah skor benar dari kelompok tinggi
S1                          : jumlah skor benar dari kelompok rendah
Skor maks           :  Skor maksimal suatu butir soal
Skor min              : Skor minimal suatu butir soal
N                     : jumlah subjek kelompok tinggi atau rendah (27,5%)
           
Berikut ini adalah kategori derajat kesulitan yang dikemukakan oleh Nurgiyantoro (1995) :

Derajat Kesulitan
Kategori
0,00 – 0,14
0,15 – 0,85
0, 86 – 1,00
Sukar
Sedang
mudah

Sedangkan untuk kategori daya beda soal, dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Daya Pembeda
Kategori
0,40 – 1,00
0,30 – 0,39
0,20 – 0,29
0,00 – 0,19
Baik Sekali
Baik
Sedang
Buruk


8. Teknik Evaluasi

a. Teknik-Teknik untuk Menilai Pengetahuan


Evaluasi akhir pengajaran terhadap ketercapaian tujuan-tujuan aspek pengetahuan (knowledge) perlu dilakukan secara terpisah. Untuk menguji pengetahuan dapat digunakan pengujian sebagai berikut.
1) Teknik penilaian aspek pengenalan (recognition)
Caranya, dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan bentuk pilihan berganda, yang menuntut siswa agar dapat melakukan identifikasi tentang fakta, defenisi, dan contoh-contoh yang betul (correct)
2) Teknik penilaian aspek mengingat kembali (recall)
Caranya, dengan pertanyaan-pertanyaan terbuka-tertutup langsung untuk mengungkapkan jawaban-jawaban yang unik.
3) Teknik penilaian aspek pemahaman (comprehension)
Caranya, dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menuntut identifikasi terhadap pernyataan-pernyataan yang betul dan yang keliru, konklusi, atau klasifikasi, dengan daftar pertanyaan matcing (menjodohkan) yang berkenaan dengan konsep, contoh, aturan, penerapan, langkah-langkah dan urutan dengan pertanyaan bentuk essay (open ended) yang menghendaki uraian, perumusan kemnbali dengan kata-kata sendiri dan contoh-contoh.



b. Teknik Evaluasi Akhir Pengajaran

Teknik-teknik evaluasi dilaksanakan pada akhir pengajaran yang mencakup evaluasi terhadap perilaku keterampilan (skilled performance) dan evaluasi terhadap aspek pengetahuan (knowledge). Perilaku keterampilan meliputi keterampilan kognitif, afektif, psikomotorik, reaktif, serta interaktif. Pengetahuan meliputi aspek-aspek pengenalan (recognition), ingatan (recall), dan pemahaman (comprehension).


9. Strategi Kontrol Pengajaran
Ada 3 pertanyaan yang perlu dijawab sebagai dasar pertimbangan dalam mendesain strategi control dalam kerangka system pengajaran, yaitu :
a) Bagaimana kita menentukan hasil-hasil pengajaran yang telah kita laksanakan? Pertanyaan ini berkenaan dengan masalah pengukuran hasil (output measures).
b) Faktor-faktor apa yang harus dikontrol jika pengajaran harus dihentikan? Pertanyaan itu berkenaan dengan control hasil pengajaran (output control).
c) Siapa yang membuat keputusan dan dasarnya apa, bahwa pengajaran hrus dimulai, diselenggarakan, dan dihentikan?
a. Pengukuran Hasil Belajar
Ada 2 pendekatan yang dapat digunakan dalam pengukuran hasil belajar siswa, yaitu :
1) Pendekatan acuan norma (norm referenced approach ) yaitu pendekatan yang bertitik tolakdari hasil-hasil belajar yang diharapkan secara normal, yang berdasarkan pada asumsi bahwa kurva distribusi normal yang menyajikan banyak karakteristik manusia juga banyak diterapkan dalam distribusi belajar suatu system instruksional.
2) Pendekatan acuan kriteria ( criterion referenced approach )yaitu pendekatan yang berdasarkan kriteria yang diinginkan agar dicapai oleh siswa dalam proses belajar. Ukuran-ukuran itu bukan berdasarkan pada ukuran kelompok, melainkan berdasarkan pada apa yang dicapai oleh siswa itu sendiri.

b. Pengontrolan hasil pengajaran
Control hasil adalah faktor-faktor yang mengontrol kapan dan bagaimana siswa dapat melaksanakan sistem. Faktor-faktor terdiri atas sebagai berikut :
1) Waktu dalam sistem : waktu turut menentukan hasil belajar siswa, halini sejalan dengan penggunaan pendekatan acuan norma. Jika penyediaan waktu lebih fleksibel maka hasilnya akan lebih merata dan memungkinkan siswa mendapat hasil belajar yang lebih baik.
2) Kebutuhan- kebutuhan individu siswa : kebutuhan individu siswa kadang- kadang digunakan sebagai kriteria untuk mengontrol hasil belajar. Itu berarti, jika hasil belajar menunjukkan kesesuaian dengan tujuan-tujuan yang berdeferensi tersebut, maka dapat ditafsirkan bahwa kebutuhan individu telah mendapat pertimbangan.
3) Penguasaan isi atau tujuan : penguasaan tujuan merupakan faktor logis dalam memilih kontrol hasil. Ketercapaian tujuan pengajaran merupakan kriteria dalam mengontrol produk belajar yang telah diperoleh.
c. Sistem kontrol
Ada 3 bentuk kontrol yang dapat dipadukan pelaksanaannya
1 ) Prescriptive control : control dilakukan terhadap semua option didalam rencana pengajaran secara keseluruhan, termasuk juga control terhadap langkah-langkah algoritmik dan kemungkinannya yang bakal terjadi dalam keseluruhan pengajaran.
2 ) Democratic control : bentuk ini berdasarkan pada konsep keikutsertaan pembuatan keputusan. Orang yang paling besar partisipasinya adalah siswa itu sendiri. Mereka membuat keputusan biasanya dipengaruhi oleh nasehat guru dan mungkin juga para pembimbing.
3 ) adaptive control : bentuk ini berdasarkan asumsi bahwa tidak semua hal direncanakan dan juga tidak semua hal dibebankan pada siswa. Keputusan dibuat secara sistematik, tetapi berpijak pada bagaimana performance siswa.

10. Macam-Macam Alat Evaluasi
Secara umum alat evaluasi yang digunakan un tuk mengukur kemampuan siswa dibagi menjadi dua yaitu, tes dan non tes. Tes adalah alat atau teknik daloamj melakukan evaluasi yang berupa soal-soal yang dikerjakan peserta tes. Non tes adalah sebuah alat evaluasi yang berupa perintah dilakukan oleh peserta tes. Selanjutnya dijabartkan di bawah ini.

A. Tes
Secara umum, tes dibagi menjadi tiga :
1. Tes non verba
2. Tes lisan
3. Tes tertulis
Dilihat dari jumlah orang:
1. Perorangan
2. Tes kelompok
Dilihat dari segi pembuatannya:
1. Tes buatan : Tes yang dibuat oleh guru.
2. Tes standar : Tes yang telah distandarisasikan.
Dilihat dari bentuk :
1. Tes Uraian
Ada dua macam tes uraian:
1. Uraian terbatas: uraian yang menghendaki jawaban singkat.
Contoh: sebutkan unsure-unsur intrinsik novel
2. Uraian bebas: uraian yang menghendaki jawaban bebas.
Contoh: menurut anda bagaimana perkembangan novel di Indonesia?


Kelebihan tes uraian.
1. Pembuatannya mudah
2. Dapat menilai kemampuan berpikir dan penyampaian gagasan siswa.
3. Kemungkinan menerka-nerka kecil
Kelemahan tes uraian:
1. Membutuhkan waktu lama untuk mengoreksinya.
2. Subyektifitasnya tinggi.
3. Pengoreksi hanya orang yang menguasai materi itu.


2. Tes obyektif
Tes onjektif mempunyai banyak macam yaitu:
1. B-S
Yaitu berupa pernyataan dan sisa di minta untuk memilih apakah pernyataan tersebut benar atau salah.
Contoh: Ronggeng Dukuh Paruk merupakan salah satu cerpen karya Ahmad Tohari.
Jawaban: S
2. Pilihan ganda
yaitu tes yang menghaduirkan beberapa pilihan dalam satu soal dan siswa diminta memilih satu jawaban yang paling benar. Tes ini mempunyai empat macam yaitu:
a. Distracturs, yaitu soal yang menghadirkan beberapa pilihan dan hanya ada satu jawaban benar, dan yang lain sebagai pengecoh.
Contoh:
Bunga dapat digolongkan sebagai kata….
a. sifat
b. benda
c. bilangan
d. kerja
Jawaban: B
b. Variasi negatif, yaitu soal yang mempunyai beberapa kemungkinan jawaban benar dan satu jawaban salah dan siswa diminta memilih jawaban yang salah tersebut.
Contoh:
Di bawah ini terdapat kalimat baku, kecuali….
a. aku sedang membeli obat di apotik
b. Dia tidak paham dengan apa yang aku katakan
c. Dokter Andi praktek di dekat rumahku
d. Nasehatku tidsak pernah dia dengar
Jawaban: A
c. Variasi berganda, yaitu soal yang semua jawabannya benar tetapi hanya satu yang sempurna.
Contoh:
Di bawah ini unsur intrinsik novel adalah….
a. alur, plot, latar
b. plot, perwatakan, alur
c. alur, latar, perwatakan
d. setting, latar, alur
Jawaban: C
d. Analisis hubungan antarhal, yaitu soal yang terdiri dari dua gagasan dalam satu pernyataan.
Contoh:
Pilihlah:
a, jika pernyataan benar, alasan benar, dan keduanya berhubungan
b, jika pernyataan benar, alasan salah, dan keduanya berhubungan
c, jika pernyataan benar, dan alasan salah
d, jika pernyataan salah dan alasan benar
e, jika pernyataan salah dan alasan salah
Soal: SIM disebut akronim karena merupakan singkatan yang berupa gabungan huruf, yang diperlakukan sebagai kata.
Jawaban: A
3. Isian singkat, yaitu soal yang berupa pernyataan yang tidak lengkap sehingga siswa harus melengkapinya.
Contoh:
Ide pokok yang terdapat pada akhir paragraph disebut paragraf….
Jawaban: induktif

4. Menjodohkan, yaitu soal yang berupa satu lajur soal dan satu lajur jawaban, dan siswa diminta untuk menjodohkan kedua lajur tersebut.
Contoh:
1. Pantun a. singkatan
2. ASI b. Unsur intrinsik
3. Skimming c. Puisi lama
4. –kah d. Karangan persuasi
5. Latar e. Partikel
6. Iklan f. Imbuhan
g. membaca sekilas
h. akronim
Jawaban:
1 – c
2 – h
3 – g
4 – e
5 – b
6 – d

5. Tes Rumpang
Yaitu tes yang berupa paragraf dan setiap kalimat terdapat kata yang dihilangkan, dan siswa diminta untuk mengisi kata-kata yang hilang tersebut.
Contoh:
Pertanian itu sangat penting dalam kehidupan. Kita dapat bertahan hidup (1) … petani yang menghasilkan (2)… makanan. Penelitian dalam bidang pertanian (3) … digalakkan. Namun, anehnya banyak orang (4) … meninggalkan bidang pertanian ini. Tenaga (5)… dalam bidang pertanian mulai (6)…. Oleh karena itu, bidang (7) … harus mendapatkan penanganan yang (8) ….
Jawaban:
1. berkat
2. bahan
3. juga
4. mulai
5. kerja
6. berkurang
7. pertanian
8. sungguh-sungguh.
Kelebihan tes objektif:
1. Mudah dalam pengoreksian
2. Pemberian skor mudah
3. Jawaban mutlak
4. Dapat dikoreksi oleh orang lain
5. Unsur subyektifitasnya kecil
Kelemahan tes objektif:
1. membuthkan waktu lama dalam pembuatannya
2. kemungkinan menerka-nerka sangat besar

B. Nontes
Dalam alat evaluasi nontes, juga terdapat beberapa macam kegiatan, misalnya:

1. Observasi: siswa diminta untuk melakukan pengamatan dan pencatatan terhadap
suatu fakta yang diselidiki.
Observasi di bagi menjadi tiga:
a) langsung
b) tidak langfsung
c) partisipasi
2. Wawancara: siswa diminta untuk melakukan tanya jawab kepada narasumber yang mengetahui tentang gejala yang sedang diselidiki
3. Angket: siswa diminta untuk menuliskan tentang sikap dan pendapatnya berkaitan dengan pernyataan yang diajukan.
4. Skala sikap: digunakan untuk mengevaluasi sikap siswa.
5. Check list: yaitu dadftar yang berisi subyek dan aspek yang diamati. Jika aspek itu ada, beri tanda check (V)
6. Portofolio: memeriksa kumpulan hasil kerja siswa dalam suatu kurun waktu tertentu.


Kesimpulan
Secara umum dapat dikemukakan bahwa testing bahasa atau language testing secara garis Hal lain yang penting dilakukan adalah pengujian validitas test dan realibitas test. Rangkaian pengujian alat evaluasi ini bermakna diterima atau tidaknya sebuah instrumen pengujian. Banyak diantara pengajar bahasa yang menganggap bahwa tes bahasa tidak memerlukan tahapan pengujian yang sering dipandang rumit. Hal tersebut amat di sayangkan apabilah dikaitkan dengan manfaat dari sistem pengujian itu.
Paparan umum dari validitas di atas tentu saja berlaku untuk tes bahasa, termasuk di dalamnya tes bahasa indonesia. Dalam pengujian instrumen evaluasi pengajaran bahasa indonesia, setidaknya uji empirik di atas bisa dilakukan secara sederhana, namun tetap memenuhi kriteria alat evaluasi yang dapat dipertanggung jawabkan. . Evaluasi dilakukan untuk mengetahui kemampuan siswa, selain untuk mengadakan perbaikan. Oleh karena itu, kegiatan evaluasi hendaknya memperhatikan tujuan pembelajaran, karakteristik evaluasi, macam-macam alat evaluasi, teknik-teknik evaluasi, dan strategis kontrol pembelajaran.

Sumber: http://sastrabunyi.blogspot.com/2012/11/evaluasi-pembelajaran-bahasa.html

Statistik Pendidikan

STATISTIK PENDIDIKAN
Pengertian Statistika
Definisi Statistik adalah kumpulan data yang bisa memberikan gambaran tentang suatu keadaan.Statistika adalah ilmu yang mempelajari statistik, yaitu
ilmu yang mempelajari bagaimana caranya mengumpulkan data, mengolah data, menyajikan data, menganalisis data, membuat kesimpulan dari hasil analisis data dan mengambil keputusan berdasarkan hasil kesimpulan.
 B.      Pengertian Statistika
Statistik adalah cara untu mengolah data dan menarik kesimpulan-kesimpulan yang teliti dan keputusan-keputusan yang logik dari pengolahan data. (Prof.Drs.Sutr
isno Hadi,MA)
Statistik adalah sekumpulan cara maupun aturan-aturan yang berkaitan dengan pengumpulan, pengolahan(Analisis), penarikan kesimpulan, atas data-data yang berbentuk angka dengan menggunakan sua
tu asumsi-asumsi tertentu. (Prof.Dr.H.Agus Irianto)
Statistik adalah ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk data, yaitu tentang pengumpulan, pengolahan, penganalisa, penafsiran, dan penarikan kesimpulan dari data yang berbentuk angka.(Ir.M.Iqbal hasan,MM)
Statistik adalah metode yang memberikan cara-cara guna menilai ketidak tentuan dari penarikan kesimpulan yang bersifat induktif.(Stoel dan Torrie)
Statistik adalah metode/asas-asas mengerjakan/memanipulasi data kuantitatif agar angka-angka tersebut berbicara.(Anto dajan)
Statistik diartikan sebagai data kuantitatif baik yang masih belum tersusun maupun yang telah tersusun dalam bentuk table.(Anto dajan)
Statistik adalah studi informasi dengan mempergunakan metodologi dan teknik-teknik perhitungan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan praktis yang muncul di berbagai bidang.(Suntoyo Yitnosumarto)
Maka dapat disimpulkan bahwa Statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data.Singkatnya, statistika adalah ilmu yang berkenaan dengan data.Atau statistika adalah ilmu yang berusaha untuk mencoba mengolah data untuk mendapatkan manfaat berupa keputusan dalam kehidupan.
Dari kumpulan data, statistika dapat digunakan untuk menyimpulkan atau mendeskripsikan data; ini dinamakan statistika deskriptif.Sebagian besar konsep dasar statistika mengasumsikan teori probabilitas. Beberapa istilah statistika antara lain: populasi, sampel, unit sampel, dan probabilitas.
Statistika banyak diterapkan dalam berbagai disiplin ilmu, baik ilmu-ilmualam (misalnya astronomi dan biologi maupun ilmu-ilmu sosial (termasuk sosiologi dan psikologi), maupun di bidang bisnis, ekonomi, dan industri).Statistika juga digunakan dalam pemerintahan untuk berbagai macam tujuan; sensus penduduk merupakan salah satu prosedur yang paling dikenal.Aplikasi statistika lainnya yang sekarang popular adalah prosedur jajak pendapat atau polling (misalnya dilakukan sebelum pemilihan umum), serta jajak cepat (perhitungan cepat hasil pemilu) atau quick count.Di bidang komputasi, statistika dapat pula diterapkan dalam pengenalan pola maupun kecerdasan buatan.
C.      Esensi Statistika
Ada tiga hal yang sangat penting dari statistika yaitu:
1. Data yang tersedia / data historis.
Merupakan suatu nilai numerik yang diperoleh dari keterangan masa lampau.   Diolah menjadi informasi yang nantinya berguna dalam menentukan keputusan
2. Kriteria Keputusan
Dalam Statistika kita sering dihadapkan pada beberapa pilihan. Masing-masing pilihan memiliki nilai/ manfaat dan konsekuensi yang harus diambil atau dengan kata lain kita harus menentukan keputusan. Dari pilihan-pilihan tersebut akan muncul berbagai kriteria keputusan. Sama halnya dengan pilihan, masing-masing kriteria keputusan memiliki manfaat dan akibat bagi kita
  1. Ada Keputusan Sebagai Hasil Akhir
  1. D.      Penggolongan  Statistika
    1. Berdasakan sifatnya yaitu sifat angkanya, data statistik dibedakan menjadi duagolongan, yaitu data kontinu dan data diskrit.
      1. Data Kontinu adalah data statistik yang angka-angkanya merupakanderetan yang sambung-menyambung.
Contoh :
Data statistik tinggi badan
150, 1 – 150, 2 – 150, 3 – 150, 4 – 150, 5, dst
Data statistik berat badan
30, 1 – 40, 2 – 40, 3 – 40, 4 – 40, 5, dst
  1. Data Diskrit adalah data statistik yang tidak mungkin berbentuk pecahan.
Contoh :
Data statistik jumlah anggota keluarga (satuan orang)
1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7 – dst
Data statistik jumlah buku perpustakaan
50 – 125 – 200 – 4556 – dst
  1. Berdasarkan cara penyusun angkanya, dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu data nominal, data ordinal, dan data interval.
    1. Data Nominal / Data Hitungan adalah data statistik yang cara menyusun angkanya didasarka atas penggolongan atau klasifikasi tertentu.
Contoh :
Penggolongan berdasarkan kelas dan jenis kelamin
Kelas
Jenis Kelamin
Jumlah
Pria
Wanita
III
50
34
84
II
48
44
92
I
72
52
124
Jumlah
170
130
300
  1. Data Ordinat / Data Urutan adalah data statistik yang cara menyusunnya didasarkan atas urutan kedudukan (rangking).
Contoh :
Skor hasil penilaian dewan juri terhadap lima orang finalis lomba puisi.
Nomor urut
Nomor undian
Nama
Skor
Urutan kedudukan
1
031
Sugianto
451
4
2
115
Parjo
497
2
3
083
Jono
427
5
4
024
Jinni
568
1
5
056
Junu
485
3
  1. Data Interval adalah data statistik dimana terdapat jarak yang sama di antara hal-hal yang sedang diselidiki atau dipersoalkan.
Contoh :
Umur manusia dalam hidup dalam angkatan kerja
Umur Manusia
1 – 15 200.000
16 – 30 15.000.000
31 – 45 250.000
  1. Berdasarkan bentuk angkanya, dapat dibedakan menjadi data tunggal (Ungrouped Data)  dan data berkelompok (Grouped Data).
    1. Data Tunggal adalah data statistik yang masing-masing angkanya merupakan satu unit (satu kesauan), dengan kata lain datanya tidak dikelompok-kelompokkan.
Contoh :
Data ulangan 10 anak SMP mata pelajaran PAI sebaai berikut :
78          76        80        97        75
87        56        89        90        95
  1. Data Kelompok adalah data statistik yang tiap-tiap unitnya terdiri dari kelompok  angka.
Contoh :
Data dari ulangan 10 anak SMP mata pelajaran PAI yang dikelompokkan
sebagai berikut :
85 – 100
75 – 84
55 – 74
dst
  1. Berdasarkan sumbernya, dapat dibedakan menjadi data Primer dan data Skunder,
yaitu :
  1. Data Primer adalah data statistik yang diperoleh atau bersumber dari tangan
pertama (first hand data).
Contoh :
Data yang didapat dari kuosioner langsung ke siswa sebuah SD Negeri.
  1. Data Skunder adala data statistik yang diperoleh atau bersumber dari tangan kedua (second hand data).
Contoh :
Data siswa yang diambil dari TU tentang pembayaran sekolah
  1. Berdasarkan waktu pengumpulannya, dapat dibedakan menjadi data seketika (cross section data) dan data urutan waktu (time series) atau Historical Data.
    1. Data Seketika adalah data statistik yang mencerminkan keadaan pada satu saja (at a point of time).
Contoh :
Data penduduk Kabupaten Karimun tahun 2000 (hanya satu tahun saja).
  1. Data Urutan Waktu adalah data statistik yang mencerminkan keadaan atau mengenai sesuatu hal, dari satu waktu ke waktu yang lain secara berurutan
Contoh :
Data penduduk Kabupaten Karimun tahun 2000 sampai tahun 2008 (beberapa waktu dengan urutan waktu yang berbeda).
  1. E.      Pembagian Statistika
    1. Statistika Deskriptif
Statistika deskriptif adalah statistika yang mempelajari bagaimana caranya mengumpulkan data, mengolah data, menyajikan data, menganalisis data
  1. Statistika Induktif (Inferens)
Statistika inferens adalah statistika yang mempelajari bagaimana caranya mengumpulkan data, mengolah data, menyajikan data, menganalisis data, membuat kesimpulan dan mengambil keputusan
  1. F.       Ciri Khas Statistika
Pada dasarnya Statistika memiliki tiga ciri khas, yaitu:
  1. Statistik selalu bekerja dengan angka (bilangan).
Ini mengandung pengertian bahwa tanpa data angka mak Statistik tidak akan mampu melaksanakan tugasnya sebagai ilmu pengetahun. Meskipun demikian bukanlah berarti bahwa data yang bukan angka (data kualitatif) tidak mungkin digarap secara Statistik. Data kualitatif pun sebenarnya dapat diolah secara Statistik, asalkan terlebih dahulu diubah menjadi data angka (data kwantitatip) dengan kata lain data kualitatif itu di kualifikasikan lebih dahulu (proses kwantifikasi). Contoh: “Pandai”, “cukup”, “kurang” adalah data kwalitatip. Data demikian dapat saja diolah dengan Statistik, caranya: (1) Harus diketahui berapa orang (dituangkan dalam bentuk angka) yang tergolong pandai, cukup dan kurang itu; (2) Yang disebut pandai, cukup, dan kurang itu nilainya berapa (dituangkan dalam bentuk angka, misalnya “Pandai” nilainya= 80 – 100; “cukup” nilainya= 60 – 79; “Kurang” nilainy= 0 – 59 dan sebagainya.
  1. Statistika bersifat obyektif.
Ini mengandung pengertian bahwa Statistika bekerja menurut obyeknya; dengan kata lain Statistik bekerja menurut apa adanya. Kesimpulan-kesimpulan atau ramalan-ramalan yang dihasilkan oleh Statistik adalah semata-mata didasarkan atas angka-angka yang dihadapi dan diolah dan bukan didasarkan atas subyektifitas atau pengaruh-pengaruh luar lainnya.Itulah sebabnya mengapa Statistik sering dikatakan sebagai “Alan penilai kenyataan”.
  1. Statistik bersifat universal.
Ini mengandung pengertian bahwa ruang lingkup atau ruang gerak dan bidang garapan Statistik tidaklah sempit.Statistik dapat dipergunakan atau diterapkan dalam hampir semua cabang kegiatan hidup manusia. Dapat disaksikan misalnya: Statistik harga, Statistik moneter, Statistik Eksport dan Import, Statistik Penduduk, Statistik Kelahiran, Statistik Nikah, Talak, Cerai dan Rujuk, Statistik Pertanian, Statistik Perdagangan, Statistik Kriminalitas, Statistik Psikologi dan Pendidikan, Statistik Kesehatan, Statistik Lalu Lintas….. dan lains sebagainya, dan sudah barang tentu termasuk pula di dalamnya Statistik Keagamaan. Dengan singkat dapat dikatakan bahwa Statistik bersifat menyeluruh atau bersifat universal.
  1. G.     Permasalahan Statistika
Kita tidak perlu berpikir jauh-jauh dan mendalam jika kita ingin tahu apa persoalan statistika yang sebenarnya itu. Pada dasarnya setiap orang baik sadar ataupun tidak, telah berpikir dengan mempergunakan ide-ide statistika (statistical ideas). Betapa tidak kita sering mempergunakan pengertian “rata-rata”(average) dalam kehidupan kita sehari-hari. Seorang guru akan mengambil nilai rata-rata yang diperoleh muridnya untuk mengetahui bagaimana kualitas muridnya ; seorang sarjana ekonomi akan mempergunakan pendapatan nasional per kapita untuk mengetahui bagaimanakah keadaan kehidupan masyarakat suatu negara. Semua telah mengenal konsep “rata-rata” ini baik dipergunakan untuk tujuan yang tinggi dan muluk ataupun untuk hal yang sepele dan sederhana.
Persoalan statistika lainnya adalah apa yang dikenal dengan nama “dispersi” (dispersion) atau “variabilitas”. Seorang guru mungkin akan berkata bahwa kepandaian muridnya dari kelas A adalah lebih merata (homogen) daripada murid kelas B; artinya murid kelas B perbedaan kepandaiannya satu dengan lainnya lebih tajam daripada antar murid dalam kelas A. Seorang produsen bola lampu listrik akan mengharapkan kualitas bola lampu listrik yang diproduksinya sedapat mungkin seragam; artinya jangan ada perbedaan ketahanan (umurnya) yang berbeda-beda besar antara bola lampu yang satu dengan lainnya, variabilitas kualitas bola lampu listrik itu supaya sekecill mungkin . Dengan sederhana disini kita telah mengenal kata yang sudah diindonesiakan, yaitu “variasi” yang artinya: “banyak ragamnya”. Dalam kehidupan sehari-hari kita senang dengan sesuatu yang kaya variasinya hingga tidak membosankan, tetapi dalam statistik justru kita mengusahakan supaya sesuatu itu tidak banyak variasinya, supaya variabilitasnya kecil.
Sebuah persoalan lagi dari statistika adalah persoalan tentang “korelasi” atau “asosiasi”, persoalan hubungan. Seseorang mungkin berkata bahwa jika ada “bintang berekor” di langit maka akan murah sandang pangan; atau seorang guru akan berkata bahwa mereka pandai dalam matematika juga akan pandai dalam ilmu fisika.
Tiga persoalan statistika :rata-rata, variabilita dan korelasi inilah yang merupakan persoalan dasar statistik. Semua persoalan tersebut dapat dinyatakan dengan besaran bilangan , dan dengan batas-batas tertentu kita nantinya dapat menganalisis lebih lanjut.
Menurut Hananto Sigit, B.ST, dalam bukunya statistik suatu pengaturan 1996 mengemukakan ada tiga permasalahan dasar dalam statistik yaitu :
  1. Permasalahan tentang Rata-rata (Average)
  2. Permasalahan tentang pemencaran atau penyebaran (Variability)
  3. Permasalahan tentang saling hubungan (Korelasi)
Suatu persoalan statistik lainnya adalah apa yang di kenal dengan nama ” dispersi ” (dispersian) atau ” Variabilitas”. Sebuah persoalan lain lagi dari statistik adalah persoalan tentang ” korelasi ” atau ” asosiasi ” persoalan hubungan.
  1. H.      Manfaat Statistika
Manfaat statistika dalam kehidupan sehari-hari sangat beragam sebagai contoh sederhana:
  1. Bagi ibu-ibu rumah tangga mungkin tanpa disadari mereka telah menerapkan statiska. Dalam membelanjakan uang untuk kebutuhan keluarganya sering melakukan perhitungan untung rugi, berapa jumlah uang yang harus dikeluarkan setiap bulannya untuk uang belanja, listrik, dll.
  2. Sebagai mahasiswa, selain statistika dipelajari secara formal sebenarnya kita sudah menggunakannya dalam perhitungan Indeks prestasi.
  3. Dalam dunia bisnis, para pemain saham atau pengusaha sering menerapkan statistika untuk memperoleh keuntungan. Seperti peluang untuk menanamkan saham.
  4. Sedangkan dalam bidang industri, statistika sering digunakan untuk menentukan keputusan. Contohnya berapa jumlah produk yang harus diproduksi dalam sehari berdasarkan data historis perusahaan, apakah perlu melakukan pengembangan produk atau menambah varian produk, perlu tidaknya memperluas cabang produksi, dll.
Jadi statistika sebenarnya sangat penting bagi kita, dan dapat berguna dalam menentukan keputusan meskipun kadangkala penggunaannya tidak kita sadari.

Sumber: https://masguruonline.wordpress.com/2013/05/08/statistika-pendidikan/